Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJul 6, '07 6:10 AM
for everyone

Awas Rayuan Gombal PTS

Oleh Musriadi Musanif

 

PENDIDIKA tinggi telah berkembang menjadi industri pendidikan.Kehadiran lembaga-lembaga pendidikan yang bisa menganugerahkan gelar sarjana 'hanya' dengan mudah, kini telah menjamur hingga ke pelosok kampung.

 

Bila kita mencermati realitas, kehadiran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang telah mengembangkan akar dan sayapnya hingga ke pede­saan, di satu sisi pantas untuk diacungi jempol. Namun di sisi lain, kita tentu pantas pula mempertanyakan, kenapa begitu mu­dahnya pemerintah memberikan izin untuk mendirikan sebuah pergur­uan tinggi yang menghasilkan para sarjana? Cobalah perhatikan, di sebuah kampung yang jaraknya beratus kilometer dari Kota Padang, dua atau tiga perguruan tinggi swasta 'bertarung' mendapatkan calon mahasiswa baru.

Padahal kalau dicermati sungguh-sungguh, PTS itu tak ubahnya sebuah sekolah kampungan, karena selain sarana pendidikan yang mampu menunjang tridharma perguruan tinggi nyaris tidak ada sama sekali, para pengajarnya pun hanya alakadarnya saja. Dapat dibayangkan, sarjana macam apa yang bisa dihasilkan sebuah perguruan tinggi yang ruang belajarnya menumpang ke sebuah gedung Madrasah Aliyah Swasta, sementara tenaga pengajarnya hanyalah guru-guru SLTP yang 'kebetulan' telah bergelar sarjana duluan.

Pantauan Singgalang di beberapa kampus perguruan tinggi swasta yang ada di pelosok-pelosok Pasaman Barat, Pasaman, Dharmasraya dan Pesisir Selatan, kondisinya justru tidak memungkinkan untuk bisa menghasilkan sarjana yang mampu menghidupi diri sendiri. Tak usahlah kita berbicara kualitas, semuanya hanyalah pemanis di mulut saja.

Para pengelola PTS itu beralasan, kehadiran mereka di pelosok-pelosok kampung tersebut adalah bagian dari pengabdiannya terha­dap bangsa, dalam hal ini memberi kesempatan seluas-luasnya kepada segenap anak bangsa untuk mengecap pendidikan tinggi dengan mudah terjangkau dan berbiaya murah.

Alasan demikian, jelas sangat ironis dan terkesan mempermain-mainkan nilai kesarjanaan. Di satu sisi, pengabdian terhadap bangsa, tentu adalah sebuah kewajaran, akan tetapi di sisi lain, tentu kita sangat menyayangkan, dengan dalih pengabdian terhadap bangsa, posisi sarjana justru melorot jauh di bawah standar yang semestinya disandang oleh seorang penyandang gelar akademis tersebut.

Itu di perkampungan. Di perkotaan lain lagi ceritanya. Kota Padang dan beberapa kota lainnya di Sumbar yang memiliki puluhan perguruan tinggi swasta, di awal-awal tahun akademik baru ini, malah bertanding mengatakan bahwa kampus merekalah yang terbaik. Sebuah PTS yang terletak di pinggiran kota, tidak segan-segan menyebut mereka punya kualitas terbaik di kota tersebut.

Untuk bisa menjaring calon mahasiswa baru sebanyak-banyaknya, pengelola PTS tidak segan-segan menyanjung-nyanjung kampus mere­ka, gedung bertingkat-tingkat, laboratorium super lengkap, tenaga pengajar hebat-hebat. Tapi cobalah realitas sebenarnya, kondisin­ya justru memprihatinkan.

Beragam spanduk, poster, iklan dan reklame-reklame lainnya saling berpacu menyatakan kehebatan sebuah kampus PTS. Tidak hanya hebat dari sisi fasilitas, tetapi juga hebat dari sisi tenaga pengajar. Apakah promosi-promosi itu mencerminkan realitas mereka yang sebenarnya, tentu kenyataanlah yang akan membuktikan.

Yang pasti, calon-calon mahasiswa yang kebetulan tidak lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) perguruan-perguruan tinggi bermutu di daerah, diminta untuk tidak mudah terbujuk rayoan gombal pengelola sebuah PTS.

Dalam menetapkan pilihan, semestinya kita memperhatikan jenjang akreditasinya, realitas kehidupan kampusnya, prestasi alumninya di tengah-tengah masyarakat, volume kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakatnya, serta beragam faktor penting lainnya. Kehati-hatian dalam mencermati realitas sesungguhnya sebuah PTS, akan sangat menentukan kualitas Anda selaku calon sarjana empat tahun mendatang. Agar tidak terjebak dan tertipu oleh rayuangombal pengelola PTS, ada baiknya hal-hal berikut ini Anda perha­tikan.

Minat

Dalam situs Forum Pendidikan diuraikan, faktor utama yang harus diketahui adalah minat calon mahasiswa dan calon mahasiswi (cama/cami) itu sendiri. Apabila sang cama/cami sudah tahu minatnya terhadap program studi apa, maka dengan sendirinya akan mempermudah dalam menetapkan pilihan.

Biaya

Seringkali universitas yang diinginkan tidak sesuai dengan keadaan keuangan. Kuliah di PTS memang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, SPP, uang prakti­kum, dan lain-lain. Kebutuhan biaya uang tidak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun trans­portasi.

Agar aman, saat Anda akan melakukan pendaftaran, tanyakan secara detil biaya apa saja yang harus Anda tanggung selama kuliah. Perhitungkan juga biaya lain-lain yang akan Anda tanggung saat menjadi mahasiswa. Diskusikan masalah tersebut bersama orang tua, agar orang tua tidak kalang kabut atau bingung mencari biaya setelah Anda kuliah di tempat tersebut.

Prospek

Saat ini banyak sekali program studi yang ditawarkan, baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek peker­jaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan Anda pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggur ataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, tapi begitu lulus langsung dapat kerja, biasanya karena lulusannya yang langka sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka?

Anda harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang Anda pilihdalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanya­lah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depan Anda sendiri.

Reputasi

Ada bebepa faktor yang harus Anda pertimbangkan, jika Anda ingin memilih perguruan tinggi swasta, misalnya, bagaimana fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi perguruan tinggi tersebut di kalangan pendidik.

Akreditasi

Apabila tahun-tahun sebelumnya Anda kenal dengan status disama­kan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status itulah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklan­kan dirinya.

Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggaran dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu pro­gram studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Akan tetapi, status akreditasi bukan satu-satunya kebanggaan untuk melihat perguruan tinggi tersebut bermutu, masih banyak lagi faktor lainnya.

Jalur pendidikan

Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk itu Anda bisa memilih berapa lama akan menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan anda. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengeta­huan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian ter­tentu.

Fasilitas

Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus Anda ketahui dalam suatuperguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bimbingan konseling, serta perpustakaan yang dimiliki.***

 


Add a Comment
   

Musriadi

free counters<a href="http://zawa.blogsome.com">Zawa Clocks</a> MUSRIADI MUSANIF, Sarjana Theologi Islam dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Karirnya di dunia jurnalistik sudah cukup panjang, dimulai dari masih sekolah dengan seragam putih abu-abu pada 1987 lalu di Koran Masuk Sekolah (KMS) yang diterbitkan khusus Harian Umum Singgalang, Padang. Karirnya menapak pasti di koran kebanggaan orang Minang itu. Berbagai jabatan strategis pernah dipercayakan kepadanya di Harian Umum Singgalang, mulai dari reporter Kota Padang, redaktur Hukum & Kriminal, Redaktur Artis & Selebritis, Redaktur Singgalang Minggu, Koordinator Singgalang Minggu, hingga menjabat sebagai kepala desk khusus. Aktifitas jurnalistik lainnya adalah redaktur pelaksana Tabloid Menara UMSB dan pemimpin redaksi Dinamika Generasi.Kini dia lebih memilih menjadi wartawan sebenarnya dengan jabatan Koordinator Daerah Kabupaten Tanah Datar tanpa meninggalkan tugas-tugas liputan di Kota Padang Panjang.Dalam kapasistas sebagai kepala perwakilan www.pewarta-indonesia.com untuk Sumbar, dia juga memangku jabatan sebagai salah seorang publisher. Di bidang organisasi, selain menjadi pembina di Forum Pewarta Warga Peduli Pariwisata Kota Padang Panjang, dia juga memimpin ormas dan profesi wartawan bernama Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Kota Padang Panjang. Musriadi juga beraktifitas di lingkungan kampus, dengan mengajar di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Haji Agus Salim Bukittinggi, dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol Padang Panjang. Bersamaan dengan itu, dia juga aktif jadi narasumber pada berbagai pelatihan jurnalistik dan kepenulisan, baik yang diselenggarakan lembaga pemerintahan maupun perguruan tinggi di Sumbar, Sumut dan Riau. EDITOR CONTACTS: SMS CENTER 0813 63 119119 EMAIL musriadi@rangtalu.net